.: FoLLoWer :.

Sabtu, 9 Oktober 2010

HaiWan ciptaaN TUHAN....


salam.... pada kali ini... saya ingin mengajak sahabat-sahabat semua, sama-sama menghayati tajuk kita yang saya petik khas dari IMSA(Indonesia MUSLIM Society in Amerika) iaitu "Belajar dari perangai BInatang ciptaan ALLAH"....


Ditulis Oleh: Muhamad Djunaedi

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan (tidak mau memahami petunjuk-petunjuk) Allah, dan dengan perumpamaan itu pula banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik. Begitulah Allah memwahyukan ayat 26 Surat Al-Baqarah kepada tauladan kita, Rasulullah Muhammad SAW.

Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kafir mengatakan: "Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?". Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan (tidak mau memahami petunjuk-petunjuk) Allah, dan dengan perumpamaan itu pula banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik. Begitulah Allah memwahyukan ayat 26 Surat Al-Baqarah kepada tauladan kita, Rasulullah Muhammad SAW.

Beberapa perumpamaan adalah tiga binatang kecil yaitu Lebah, Semut dan Labah-labah yang masing-masing menjadi surat dalam Al-Qur'an. Kita sebagai ciptaanNya dikurnia petunjuk dengan tanda-tanda perilaku ketiga binatang tersebut. Bukankah kita diberi akal yang merupakan nilai lebih dibandingkan binatang.

Di dalam QS:16 (An Nahl – Lebah) dijelaskan bahwa lebah adalah makhluk Allah yang banyak memberikan manfaat dan kenikmatan kepada manusia yaitu berupa madu. Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia (madu) menjadi obat bagi bermacam-macam penyakit manusia. Dilukiskan didalam ayat 69 Surat An-Nahl: "Kemudian makanlah dari tiap-tiap macam buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu)." Kalau kita lihat prilaku lebah sangat unik yaitu kerjasama antar lebah terjalin kuat, rapih tanpa saling menyakiti ketika membuat rumah. Lebah hanya memakan sebahagian hasil kerjanya dan hanya yang diperlukan bahkan hasil kerja yang lain berupa madu untuk makhluk lain yang bernama manusia.

Dibahagian lain Allah mengkurniakan ilmu melalui QS:27 (An Naml – Semut) dengan binatang ciptaanNya berupa semut. Semut adalah binatang yang hidup berkelompok di dalam tanah, membuat liang dan ruang bertingkat-tingkat sebagai rumah dan gudang penyimpanan makanan. Setiap waktu semut membuat rumah bertingkat-tingkat dan menumpuk rezki

(makanan) sebagai persediaan. Tetapi bukankah semut sangat ketakutan akan terinjak-injak ketika tentara Nabi Sulaiman akan lewat sehingga kerajaan semut panik, sampai raja semut memerintahkan rakyatnya untuk segera bersembunyi. Kepanikan semut dan rajanya didengar oleh nabi Sulaiman maka kejadian itu hanya ditertawakan oleh Nabi Sulaiman yang mengerti seluruh bahasa binatang.

Dilukiskan pula di dalam QS:29 (Al Ankabut – Laba-laba) oleh Allah dengan binatang kecil yang sering menakutkan manusia yaitu laba-laba. Laba-laba bersifat angkuh, congkak dan percaya diri akan kekuatan rumahnya sebagai tempat berlindung. Mereka labah-labah merasa bahwa rumahnya adalah yang paling kokoh. Dirumahnya itu juga sebagai tempat menjerat mangsanya. Bahkan salah satu perilaku laba-laba yang sangat menjijikan adalah laba-laba betina rela membunuh pejantan

(pasangannya) sebagai santapan di rumahnya. Bukankah manusia tahu bahwa rumah laba-laba itu sangat rapuh bahkan mungkin paling rapuh diantara binatang-binatang lain.

Dari ketiga surat diatas tersirat 3 ilustrasi din Allah agar manusia berfikir apakah kita akan memlilih seperti lebah yang selalu berbuat baik untuk orang lain bahkan bekerja keras dengan sebagian hasil dimakan secukupnya dan sebagian yang lain untuk obat orang lain seperti Al-quran sebagai obat qolbu manusia. Lebah tidak pernah takut dalam setiap langkah menjalankan hidupnya. Atau pilihan akan tertuju pada kinerja semut yang selalu menumpuk harta tetapi ketakutan setiap saat denga tentara Nabi Sulaiman. Ataukah akan memilih pilihan ketiga yaitu seperti Laba-laba yang begitu ganasnya dalam kehidupan kesehariannya yaitu ketika mencari rezki meraka rela membunuh sebangsanya bahkan pasangannya sendiri.

Bukankah banyak petunjuk dari ketiga jenis binatang diatas. Ataukah kita hanya akan mensia-siakan akan petunujuk itu sedemikian kita dikembalikan ke tempat yang serendah-rendahnya seperti diilustrasikan dalam QS:95 (At-Tiin), bahkan lebih rendah dan lebih menjijikan dari binatang.

BERSAMA-SAMALAH KITA MENGAMBIL IKTIBAR DARIPADA PETIKAN DI ATAS.... DI SINI SAYA TURUT SERTAKAN BERSAMA VIDEO YANG BERTAJUK "WILDLIFE"... SELAMAT MENONTON!!!
p/s: petikan ini originally dari penulis, jadi sebarang kekeliruan harap dimaafi kerana bahasa yang digunakan adalah bahasa indonesia. harap maklum. =)
video

0 comments:

Catat Ulasan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...